Selasa, 06 Februari 2018

CARA MEMASAK MIE DENGAN BAIK


Cara Memasak Mie Instan,Mie instan telah menjadi bagian makanan harian bagi mayarakat di Indonesia. Bila tak ada lauk, maka mie instan akan menjadi pilihan cepat dan praktis. Dengan begitu melimpahnya jenis varian mie instan yang beredar di pasaran dan rasanya yang lezat membuat mie instan adalah salah satu makanan yang kebanyakan orang menjadikannya sebagai makanan pokok yang digemari.


Walaupun mie instan adalah makanan sejuta umat, namun mengonsumsi mie instan secara terus menerus sangat tidak di anjurkan untuk di konsumsi apalagi dalam rentang waktu yang bergitu dekat. Misalnya dalam 1 minggu yang di konsumsi adalah mie setiap waktu. Tentu hal itu dapat mengganggu keseimbangan tubuh dalam pola makanan yang sehat terlebih fakta bahwa mie instan mengandung natrium dan MSG yang banyak sehingga menjadikan orang banyak khwatir untuk mengkonsumsi mie instan.

Sebenarnya sudah banyak yang tahu tentang bahaya dari mie instan, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya mengenai Bahaya Mie Mie Instan Untuk Kesehatan Tubuh tetapi kebanyakan orang tidak mempedulikannya. Nah, jika anda termasuk yang menyukai mie insta tdan tetap ingin memakannya, sebaiknya perhatikan cara memasaknya. Berikut ini ada 6 Cara Memasak Mie Instan Dengan Benar, Aman, Sehat Dan Tidak Berbahaya Bagi Kesehatan, yaitu diantaranya :

cara memasak mie instan



Cara Memasak Mie Instan Yang Benar Dan Aman : 
  1. Perhatikan Tanggal Kadaluarsa
    Sebelum membeli mie instan di warung atau supermarket pastikan anda melihat dulu tanggal kadarluwarsanya. Biasanya, kebanyakan mie instan memiliki batas expired hingga enam bulan lamanya. Untuk itu penting sekali memperhatikan hal yang satu ini. Jangan sampai mie yang anda konsumsi masa expirednya sudah dekat atau bahkan tinggal satu hari lagi. Bahaya lho! Biasanya yang cepat kadaluwarsa adalah bumbu yang terdapat dalam mie instan tersebut. Untuk itu, anda harus lebih teliti sebelum membeli.
  1. Pastikan Mie Matang Sesuai Petunjuk  
    Kalau anda suka menyantap mie instan dengan hanya meremas dan mencampur bumbu tanpa dimasak terlebih dahulu lebih baik segera hentikan kebiasaan tersebut. Karena cara tersebut sangat tidak sehat dan tidak dianjurkan, karena salah satunya akan menyebabkan gangguan pada pencernaan anda. Karena itu, pastikan kamu sudah memasak sampai matang mie instan sesuai dengan cara penyajian yang tertera. Mulai dari jumlah air yang disarankan, sesuaikan waktu memasaknya dengan yang dicantumkan agar tekstur mie instannya pas dan sempurna kematangannya, tidak mentah dan tidak terlalu matang.
  1. Buang Air Rebusan Pertama Mie Instan  
    Saat merebus mie, buang air yang pertama kali anda gunakan untuk merebus. Saat merebus, lapisan lilin yang terkandung dalam mie tersebut sebagian besar akan larut bersama air. Oleh sebab itu saat merebus mie kuah dari mie tersebut akan berwarna putih kekuningan sepertti warna mie. Hal ini akan membantu meminimalkan banyaknya lilin yang masuk ketubuh. Mungkin juga ini akan berpengaruh sedikit pada cita rasa mie, tapi untuk tubuh yang sehat tidak apa-apakan? 
  1. Jangan Memcampurkan Bumbu Kedalam Mie Yang Sedang Di Masak  
    Saat sedang memasak mie, jangan pernah campurkan bumbu dan mie ke dalam air rebusan. Bumbu mie instan memiliki kandungan berbahaya dan akan semakin berbahaya bila bercampur dengan air bersuhu tinggi. Untuk mengurangi bahaya ini, sebaiknya bumbu dicampurkan dengan mie saat mie instan telah diangkat dari dalam air rebusan. Bukankah pada kemasan mie instan telah dicantumkan cara pencampuran bumbu dengan mie ? 
  1. Mengurangi Bumbu Mie Instan   
    Bumbu mie instan merupakan salah satu bagian yang sering dikhawatirkan. Tak dapat disangkal jika garam dan MSG adalah komposisi bahan pembuatan pada bumbu mie instan. Secara umum garam dan MSG memiliki batas-batas aman tertentu yang boleh dikonsumsi tubuh. Maka dari itu, kurangilah bumbu mie instan saat anda memasak mie instan, atau anda bisa juga menggunakan setengahnya saja. Jika tak mau memakai bumbu dari mie instan, anda juga bisa menggantinya dengan bumbu buatan sendiri. Seperti bawang putih yang dihaluskan, kecap, saus, sedikit merica, garam, saos, ataupun bumbu-bumbu yang lain. Memang sih, terasa agak sedikit berbeda dan tak seenak jika memakai semua bumbu. Tetapi citarasa dari bahan alami lebih aman dan sehat.
  1. Berikan Gizi Yang Seimbang  
    Memang benar bahwa mie instan memberikan nutrisi bagi tubuh kita, namun faktanya adalah asupan karbohidrat yang menyebabkan tidak berimbangnya gizi yang masuk kedalam tubuh kita. Sebisa mungkin anda memberikan bahan-bahan yang dapat menambah nilai gizi pada mie instan yang anda buat misalnya saja seperti sawi, wortel, tomat dan lain-lainnya sedangkan anda juga bisa menambahkan daging, telur dan lain-lain sebagai asupan proteinnya.
Sebagai tambahan agar supaya memakan mie instan yang aman dan mengurangi dampak bahaya yang berlebih bagi kesehatan anda, saya sarankan untuk memperhatikan beberapa hal sebagai berikut ini, antara lain :

Tips Aman Memakan Mie Instan : 
  1. Jangan Terlalu Sering
    Apapun yang dikonsumsi secara berlebihan memang tidak baik, termasuk juga mie instan ini. Buat anda yang mungkin terlalu sering makan mie instan bahkan hampir setiap hari, lebih baik mulai hentikan kebiasaan ini. Mengingat kandungan mie instan yang tinggi karbohidrat namun, minim gizi dan zat yang dibutuhkan untuk tubuh akan membuat tubuh kita tidak mendapat nutrisi yang cukup. Mengkonsumsi mie instan selama seminggu sekali sudah cukup. Selain itu, hindari makan mie instan sebelum menjelang tidur, karena kandungan mie instan yang terbuat dari tepung akan dicerna menjadi gula di dalam tubuh anda dan dapat mengganggu organ pencernaan anda yang seharusnya beristirahat saat tidur.
  1. Jangan Memakan Mie Instan Dalam Keadaan Mentah  
    Pasti anda pernah menikmati mie instan dengan cara paling sederhana yaitu dengan meremas mie, dan memberinya bumbu lalu di makan, atau istilahnya makan mentah-mentah. Hal ini tentu saja tidak sehat, karena dapat menggangu percernaan anda. Jadi anda harus mengolahnya sesuai apa yang menjadi petunjuk pada bungkus mie yang ada.
  1. Jangan Menyantap Mie Instan Dengan Nasi  
    Bagi masyarakat Indonesia, makan tanpa nasi rasa-rasanya seperti ada sesuatu yang kurang. Akan tetapi mencampur mie instan dengan nasi merupakan kebiasaan yang kurang sehat. Mengapa tidak boleh dicampur dengan nasi? Penyebabnya karena mie instan sudah memiliki banyak kalori dan karbohidrat. Jika dicampur nasi hanya akan menjadikan tubuh kita memiliki kadar gula yang lebih tinggi

Mencegah Penyebab Bau Mulut Saat Bangun di Pagi Hari

Anda sering mengalami bau mulut saat bangun di pagi hari? Ini cara mengatasinya.
Klikdokter.com, Jakarta Bau mulut secara umum dapat terjadi baik permanen atau sementara. Akan tetapi, bau mulut saat bangun di pagi hari pasti terjadi pada semua orang.  Kenapa kondisi ini bisa terjadi?
Penyebab utama bau mulut di pagi hari adalah adanya bakteri alami yang ada di mulut. Dalam kondisi normal, air liur di dalam mulut – saat mulut bergerak, berbicara dan mengunyah – dapat membersihkan sisa makanan dan mencegah bakteri berkembang.
Namun, produksi air liur akan menyusut saat Anda tidur, yang pada akhirnya menyebabkan mulut kering dan menurunkan kadar oksigen di dalam mulut.
Seperti dikutip dari livestrong.com, bakteri anaerob, yaitu bakteri yang hidup jika tidak ada oksigen, tumbuh subur di mulut yang kering. Bakteri ini mencerna protein yang tertinggal di mulut dari sisa makanan yang terjepit di antara gigi.
Menurut penelitian yang diterbitkan di Journal of Dental Research, protein dari sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut bisa menciptakan gas belerang yang menyebabkan bau mulut.
Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa mendengkur dapat meningkatkan kekeringan mulut yang pada akhirnya membuat mulut menjadi bau. Jadi, semakin kering mulut Anda, semakin besar kemungkinan Anda mengalami aroma napas yang buruk saat bangun di pagi hari.  

1 dari 2 halaman

Tak perlu khawatir terhadap bau mulut di pagi hari

Menurut dr. Natour, seorang prosthodontist yang berbasis di Manhattan, bau mulut pada pagi hari adalah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, pada beberapa situasi, bau mulut yang luar biasa mengindikasikan adanya masalah kesehatan.
Seringkali kondisi ini menjadi pertanda adanya penyakit gusi. Sementara itu, pada kasus lain, bau mulut juga bisa mengindikasikan adanya infeksi seperti abses atau gastrointestinal.
Nah, agar bau mulut dan napas pagi Anda tidak berbau menyengat, sikatlah gigi dengan benar sebelum tidur, karena sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut dapat membuat bakteri berkembang biak.
Dengan menyikat gigi, maka plak dan sisa-sisa bahan makanan yang mengandung bakteri anaerob dapat dihilangkan. Selain itu, alkohol dan obat tertentu dapat menyebabkan kekeringan mulut yang otomatis akan memperburuk napas pagi Anda.
Perlu Anda ketahui, pembusukan gigi dan penyakit gusi lebih sering terjadi karena kebersihan mulut yang tidak terjaga dengan baik. Agar napas Anda tidak bau, mulai sekarang jagalah kebersihan mulut dan gigi Anda sepanjang hari.

Rabu, 24 Januari 2018

Hoax or not makan coklat setelah makan mie goreng bisa bikin meninggal

Hoax or Not

Makan Cokelat Setelah Makan Mi Goreng Bisa Bikin Meninggal

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Makan Cokelat Setelah Makan Mi Goreng Bisa Bikin MeninggalFoto: Tim Infografis Detikcom
Jakarta - Baru-baru ini beredar kembali info yang cukup meresahkan masyarakat, terutama mereka yang hobi makan cokelat dan mi. Disebutkan bahwa apabila Anda mengonsumsi mi kemudian makan cokelat, Anda akan mengalami keracunan dan bahkan bisa sampai meninggal dunia.

Dalam info tersebut, dikatakan bahwa ada seorang wanita yang meninggal mendadak akibat melakukan hal tersebut. Maka dari itu, masyarakat pun diminta untuk tidak membiasakan diri makan cokelat setelah makan mi.

Isu

Ada seorang wanita meninggal mendadak dengan kelima panca indra keluar darah. Setelah diselidiki ternyata wanita ini meninggal bukan karena bunuh diri atau dibunuh, melainkan karena ketidaktahuan tentang 'racun akibat makanan'. Wanita ini memiliki kebiasaan makan cokelat tiap hari, ini tidak masalah. Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyakan makan mi goreng. 

Sebenarnya cuma makan mi goreng saja juga tidak masalah, karena orang rumahnya juga banyak makan mi malam itu dan tak ada yang meninggal. Tetapi karena mi itu mengandung arsenic pentoxide (As2O5) dan berhubung habis makan mi wanita itu makan cokelat, terjadilah reaksi kimia di dalam perut yang membuat arsenic pentoxide (As2O5) berubah menjadi arsenic trioxide (As2O3) yang sangat beracun.

Inilah yang mengakibatkan hati, jantung, ginjal, pembuluh darah rusak, usus berdarah, pembuluh darah melebar/dilatasi. Jadi hati-hati!! Jika habis banyak makan mi goreng, mi kering, mi soto, jangan makan cokelat pada saat yang bersamaan. Copy paste lah jika Anda merasa ini cukup penting!

Demikian informasi yang tengah beredar. Dikatakan bahwa akan terjadi reaksi kimia beracun di dalam tubuh apabila Anda mengonsumsi mi dan cokelat dalam waktu yang berdekatan. Tak main-main, reaksi ini disebut bisa membuat beberapa organ vital seperti hati, jantung dan ginjal bisa rusak.

Investigasi

Apakah benar bahwa jika dikonsumsi dalam waktu hampir bersamaan konsumsi mi dan cokelat bisa membuat Anda keracunan hingga meninggal dunia? detikHealth melakukan wawancara dengan ahli gizi Leona Victoria Djajadi, MND, terkait kebenaran informasi ini.

Menurut Victoria, segala jenis arsenik (terutama yang sintetik), memang tergolong produk beracun. Namun memang di dalam tubuh manusia serta hewan, akan selalu ada arsenik dalam level yang sangat rendah. Ini merupakan akumulasi dari makanan maupun dari udara.

"Bukannya tidak mungkin ada kontaminasi arsenik atau keracunan. Tapi yang tidak mungkin adalah produsen mi yang sudah lolos sertifikasi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan -red), dengan sengaja memakai arsenik sebagai bahan bakunya. Jadi ini super duper hoax," ungkap ahli gizi lulusan University of Sydney ini kepadadetikHealth.

Penulisan serangkaian reaksi kimia yang beredar juga kerap membuat masyarakat resah. Hal ini karena reaksi-reaksi kimia semacam itu membuat informasi yang beredar semakin tampak meyakinkan. Menanggapi hal ini, Victoria berpesan supaya masyarakat tidak mudah percaya dengan info yang beredar di media sosial.

"Biasanya biar bikin tambah keren dipakai bahasa-bahasa kimia, ditulis semua," imbuhnya.

Informasi yang beredar ini dikatakan oleh Victoria mirip dengan hoax beberapa waktu lalu, yang menyebutkan bahwa minum es jeruk setelah makan udang bisa membuat keracunan. Nyatanya, semua bergantung pada banyaknya dosis yang dikonsumsi. Konsumsi udang dan vitamin C dalam jumlah standar tidak serta-merta akan menimbulkan reaksi arsenic berbahaya, apalagi sampai menimbulkan keracunan atau kematian mendadak.

Baca juga: Makan Udang Lalu Minum Es Jeruk, Ini Efeknya Bagi Tubuh

Kesimpulan

Victoria menegaskan bahwa informasi ini hoax, tidak benar jika disebutkan makan cokelat setelah makan mi bisa memicu keracunan, bahkan sampai meninggal mendadak. Menurutnya, efek samping yang timbul justru lebih ke arah obesitas. Sebab baik mi maupun cokelat diketahui memiliki kalori yang cukup tinggi.

Info beredar tentang keracunan arsenik adalah hoaxInfo beredar tentang keracunan arsenik adalah hoax (Foto: Tim Infografis Detikcom)

Baca juga: Wajib Bawa Obat Isosorbide Dinitrate Untuk 'Jaga-jaga' Serangan Jantung



(ajg/up)

Selasa, 23 Januari 2018

Jangan Makan Mie Pakai Nasi 🙅

12 Bahaya Makan Mie dengan Nasi

“Kalau belum makan nasi, namanya juga belum makan”. Seperti itulah pendapatmasyarakat Indonesia. Biarpun anda sudah memakan mie instan atau mie biasa namun belum mencampurnya dengan nasi, sama saja juga belum makan. Sudah menjadi kelaziman bahwa indikasi maksud makan disini adalah “memakan nasi”. Sedangkan memakan makanan apapun hanya di sebut cemilan.
Dalam sisi kelezatan, memang mencampur nasi dan mie instan menjadi cukup enak. Anda bisa memberikan variasi seperti mencampurkan mie goreng dengan nasi dan pilus juga sudah enak. Atau jika ingin sedikit ribet, anda membuat nasi goreng dan dipadukan dengan mie instan yang di masak bersamaan. Biasanya masakan ini di sebut dengan “magelangan”. Memang mengenyangkan dan sangat cukup untuk sekedar mengganjal perut.
Padahal tahukah anda bahaya makan nasi yang di campur dengan mie? Menurut ungkapan Dr. Oz Indonesia, memakan mie dengan nasi ternyata sangat tidak baik untuk tubuh. Apakah alasannya?
1. Terlalu kaya karbohidrat
Mie dan nasi sama-sama makanan yang mengandung karbohidrat. Jika anda terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat, maka rasa lapar anda akan hilang. Sehingga kecukupan gizi lain yang harusnya anda penuhi menjadi tidak terpenuhi. Padahal tubuh anda juga memerlukan kebutuhan nutrisi lain yaitu protein, lemak, dan mineral.
2. Meninggikan hormon insulin
Bahaya makan mie dengan nasi akan menghasilkan sekitar 750  kalori. Secara kesehatan hal ini sangat tidak baik untuk tubuh. Ketika makanan yang mengandung karbohidrat masuk dalam tubuh, ia akan di cerna menjadi gula atau amilum. Lalu hasil dari proses pencernaan nanti akan memasuki pankreas, dan di olah menjadi hormone insulin. Jika dalam porsi banyak, hormone juga akan terproduksi banyak.
3. Merusak pankreas
Terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat nanti akan membuat rusak pankreas. Sebab hasil produksi gula yang nantinya akan di olah menjadi hormon insulin, organ tubuh yang paling banyak berperan adalah pankreas. Jika terlalu banyak gula, maka pankreas juga akan bekerja lebih keras dari biasanya, sehingga lama kelamaan pankreas anda mengalami kelelahan dan kerusakan.
4. Resiko diabetes mellitus
Kandungan kalori dalam nasi dan efek samping mie instan sangat banyak. Jika semuanya diolah, maka hasil olahan yang berupa gula tersebut akan memenuhi tubuh. Kerja organ pankreas menjadi lebih keras. Bahkan mampu terjadi kerusakan di pankreas. Jika sudah terjadi seperti itu, maka pankreas yang harusnya mampu memisahkan antara gula dan darah, yang terjadi adalah kedua zat tersebut menyatu dan tidak bisa terfilter. Ketika anda kencing, masih ada dan mengandung gula.
5. Meningkatkan kerusakan organ hati
Zat karbohidrat yang ada dalam tubuh yang berlebih akan di pecah menjadi zat lain. Misalnya anda kekurangan nutrisi lemak. Maka karbohidrat tersebut juga akan di pecah menjadi lemak. Nah pemrosesan lemak ini akan di transfer ke organ hati sebagai pembantu sistem pencernaan metabolisme. Anda masih bisa tersenyum lega jika hati menjadi tempat menumpuknya sel lemak yang baik. Namun, jika ternyata yang menumpuk di hati anda adalah lemak jahat, siapa yang tahu?

6. Melebarkan volume perut
Orang yang terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat, maka volume atau lingkar perut akan menjadi lebih lebar. Anda bisa melihat dari kebanyakan orang yang mengalami obesitas, memiliki lingkar perut yang luar biasa bundar bukan?
7. Pemicu penyakit lain
Dengan keadaan karbohidrat yang terlalu banyak, maka tubuh bagian perut anda akan menjadi lebih lebar. Jika ukuran perut anda adalah setengah dari tinggi badan, hal ini akan mampu meningkatkan resiko bahaya obesitas menjadi sarang berbagai macam penyakit.
8. Resiko obesitas
Bahaya makan mie dengan nasi yang dikonsumsi dalam taraf yang berlebihan, tanpa anda mengimbangi dengan makanan yang mengandung protein dan vitamin lainya, mampu meningkatkan obesitas. Sebab karbohidrat mampu di pecah menjadi lemak. Nah dari sumber inilah yang menyebabkan anda beresiko memiliki berat badan lebih atau obesitas.
9. Kandungan mie instan yang tidak baik
Mie instan merupakan salah satu makanan yang tidak bergizi. Dalam istilah kedokteran lebih terkenal dengan istilah junk food atau makanan sampah.Bahaya junk food di dalam mie instan, tak ada kandungan protein dan vitamin, apalagi serat. Hanya ada lemak dan karbohidrat saja.

10. Resiko tekanan darah yang meninggi
Bahaya makan mie instan memang sangat tidak baik untuk tubuh. Terdapat zat sodium yang mampu meningkatkan tekanan darah dalam tubuh. Bahkan mampu meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler seperti jantung.
11. Resiko kanker yang meningkat
Kanker salah satu penyakit yang penyebabnya adalah ketidak teraturan pola hidup, salah satunya dengan terbiasanya tidak mengatur pola makan. Memakan mie instan salah satu peningkatan resiko penyakit kanker. Oleh sebab itu, jika anda ingin menghindarinya, sebaiknya kurangi konsumsi mie. Paling tidak dua kali dalam satu minggu.
12. Mengganggu sistem pencernaan
Beberapa orang yang terlalu banyak mengonsumsi mie instan akan menyebabkan gangguan sistem pencernaan. Biasanya ditandai dengan mulas dandiare. Sebab pencernaan mie sendiri membutuhkan waktu pemrosesan sekitar 2 hari. Oleh sebab itu sangat berbahaya jika anda mengonsumsi mie setiap hari secara terus menerus.
Saran Konsumsi Mie dan Nasi
Daripada anda mencampurkan mie dengan nasi untuk menciptakan rasa kenyang, akan lebih baik untuk mengolahnya lebih lanjut. Misalnya dengan mencampur bersama sayuran, potongan daging atau kornet, juga di tambah dengan telur ceplok. Selain sebagai penyeimbang kebutuhan nutrisi tubuh, juga kandungan jahat mie tidak akan terlalu merusak tubuh. Bahkan bila perlu, tidak menggunakan bumbu dari mie instan tersebut. Anda bisa menambahkan dengan bumbu yang anda racik sendiri. Selain lebih aman, kandungan rempah rempah dan bumbu dapur memang lebih bergizi dari pada penyedap dan bahan kimia yang banyak mengandung zat aditif pada makanan.