Rabu, 24 Januari 2018

Hoax or not makan coklat setelah makan mie goreng bisa bikin meninggal

Hoax or Not

Makan Cokelat Setelah Makan Mi Goreng Bisa Bikin Meninggal

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Makan Cokelat Setelah Makan Mi Goreng Bisa Bikin MeninggalFoto: Tim Infografis Detikcom
Jakarta - Baru-baru ini beredar kembali info yang cukup meresahkan masyarakat, terutama mereka yang hobi makan cokelat dan mi. Disebutkan bahwa apabila Anda mengonsumsi mi kemudian makan cokelat, Anda akan mengalami keracunan dan bahkan bisa sampai meninggal dunia.

Dalam info tersebut, dikatakan bahwa ada seorang wanita yang meninggal mendadak akibat melakukan hal tersebut. Maka dari itu, masyarakat pun diminta untuk tidak membiasakan diri makan cokelat setelah makan mi.

Isu

Ada seorang wanita meninggal mendadak dengan kelima panca indra keluar darah. Setelah diselidiki ternyata wanita ini meninggal bukan karena bunuh diri atau dibunuh, melainkan karena ketidaktahuan tentang 'racun akibat makanan'. Wanita ini memiliki kebiasaan makan cokelat tiap hari, ini tidak masalah. Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyakan makan mi goreng. 

Sebenarnya cuma makan mi goreng saja juga tidak masalah, karena orang rumahnya juga banyak makan mi malam itu dan tak ada yang meninggal. Tetapi karena mi itu mengandung arsenic pentoxide (As2O5) dan berhubung habis makan mi wanita itu makan cokelat, terjadilah reaksi kimia di dalam perut yang membuat arsenic pentoxide (As2O5) berubah menjadi arsenic trioxide (As2O3) yang sangat beracun.

Inilah yang mengakibatkan hati, jantung, ginjal, pembuluh darah rusak, usus berdarah, pembuluh darah melebar/dilatasi. Jadi hati-hati!! Jika habis banyak makan mi goreng, mi kering, mi soto, jangan makan cokelat pada saat yang bersamaan. Copy paste lah jika Anda merasa ini cukup penting!

Demikian informasi yang tengah beredar. Dikatakan bahwa akan terjadi reaksi kimia beracun di dalam tubuh apabila Anda mengonsumsi mi dan cokelat dalam waktu yang berdekatan. Tak main-main, reaksi ini disebut bisa membuat beberapa organ vital seperti hati, jantung dan ginjal bisa rusak.

Investigasi

Apakah benar bahwa jika dikonsumsi dalam waktu hampir bersamaan konsumsi mi dan cokelat bisa membuat Anda keracunan hingga meninggal dunia? detikHealth melakukan wawancara dengan ahli gizi Leona Victoria Djajadi, MND, terkait kebenaran informasi ini.

Menurut Victoria, segala jenis arsenik (terutama yang sintetik), memang tergolong produk beracun. Namun memang di dalam tubuh manusia serta hewan, akan selalu ada arsenik dalam level yang sangat rendah. Ini merupakan akumulasi dari makanan maupun dari udara.

"Bukannya tidak mungkin ada kontaminasi arsenik atau keracunan. Tapi yang tidak mungkin adalah produsen mi yang sudah lolos sertifikasi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan -red), dengan sengaja memakai arsenik sebagai bahan bakunya. Jadi ini super duper hoax," ungkap ahli gizi lulusan University of Sydney ini kepadadetikHealth.

Penulisan serangkaian reaksi kimia yang beredar juga kerap membuat masyarakat resah. Hal ini karena reaksi-reaksi kimia semacam itu membuat informasi yang beredar semakin tampak meyakinkan. Menanggapi hal ini, Victoria berpesan supaya masyarakat tidak mudah percaya dengan info yang beredar di media sosial.

"Biasanya biar bikin tambah keren dipakai bahasa-bahasa kimia, ditulis semua," imbuhnya.

Informasi yang beredar ini dikatakan oleh Victoria mirip dengan hoax beberapa waktu lalu, yang menyebutkan bahwa minum es jeruk setelah makan udang bisa membuat keracunan. Nyatanya, semua bergantung pada banyaknya dosis yang dikonsumsi. Konsumsi udang dan vitamin C dalam jumlah standar tidak serta-merta akan menimbulkan reaksi arsenic berbahaya, apalagi sampai menimbulkan keracunan atau kematian mendadak.

Baca juga: Makan Udang Lalu Minum Es Jeruk, Ini Efeknya Bagi Tubuh

Kesimpulan

Victoria menegaskan bahwa informasi ini hoax, tidak benar jika disebutkan makan cokelat setelah makan mi bisa memicu keracunan, bahkan sampai meninggal mendadak. Menurutnya, efek samping yang timbul justru lebih ke arah obesitas. Sebab baik mi maupun cokelat diketahui memiliki kalori yang cukup tinggi.

Info beredar tentang keracunan arsenik adalah hoaxInfo beredar tentang keracunan arsenik adalah hoax (Foto: Tim Infografis Detikcom)

Baca juga: Wajib Bawa Obat Isosorbide Dinitrate Untuk 'Jaga-jaga' Serangan Jantung



(ajg/up)

Selasa, 23 Januari 2018

Jangan Makan Mie Pakai Nasi 🙅

12 Bahaya Makan Mie dengan Nasi

“Kalau belum makan nasi, namanya juga belum makan”. Seperti itulah pendapatmasyarakat Indonesia. Biarpun anda sudah memakan mie instan atau mie biasa namun belum mencampurnya dengan nasi, sama saja juga belum makan. Sudah menjadi kelaziman bahwa indikasi maksud makan disini adalah “memakan nasi”. Sedangkan memakan makanan apapun hanya di sebut cemilan.
Dalam sisi kelezatan, memang mencampur nasi dan mie instan menjadi cukup enak. Anda bisa memberikan variasi seperti mencampurkan mie goreng dengan nasi dan pilus juga sudah enak. Atau jika ingin sedikit ribet, anda membuat nasi goreng dan dipadukan dengan mie instan yang di masak bersamaan. Biasanya masakan ini di sebut dengan “magelangan”. Memang mengenyangkan dan sangat cukup untuk sekedar mengganjal perut.
Padahal tahukah anda bahaya makan nasi yang di campur dengan mie? Menurut ungkapan Dr. Oz Indonesia, memakan mie dengan nasi ternyata sangat tidak baik untuk tubuh. Apakah alasannya?
1. Terlalu kaya karbohidrat
Mie dan nasi sama-sama makanan yang mengandung karbohidrat. Jika anda terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat, maka rasa lapar anda akan hilang. Sehingga kecukupan gizi lain yang harusnya anda penuhi menjadi tidak terpenuhi. Padahal tubuh anda juga memerlukan kebutuhan nutrisi lain yaitu protein, lemak, dan mineral.
2. Meninggikan hormon insulin
Bahaya makan mie dengan nasi akan menghasilkan sekitar 750  kalori. Secara kesehatan hal ini sangat tidak baik untuk tubuh. Ketika makanan yang mengandung karbohidrat masuk dalam tubuh, ia akan di cerna menjadi gula atau amilum. Lalu hasil dari proses pencernaan nanti akan memasuki pankreas, dan di olah menjadi hormone insulin. Jika dalam porsi banyak, hormone juga akan terproduksi banyak.
3. Merusak pankreas
Terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat nanti akan membuat rusak pankreas. Sebab hasil produksi gula yang nantinya akan di olah menjadi hormon insulin, organ tubuh yang paling banyak berperan adalah pankreas. Jika terlalu banyak gula, maka pankreas juga akan bekerja lebih keras dari biasanya, sehingga lama kelamaan pankreas anda mengalami kelelahan dan kerusakan.
4. Resiko diabetes mellitus
Kandungan kalori dalam nasi dan efek samping mie instan sangat banyak. Jika semuanya diolah, maka hasil olahan yang berupa gula tersebut akan memenuhi tubuh. Kerja organ pankreas menjadi lebih keras. Bahkan mampu terjadi kerusakan di pankreas. Jika sudah terjadi seperti itu, maka pankreas yang harusnya mampu memisahkan antara gula dan darah, yang terjadi adalah kedua zat tersebut menyatu dan tidak bisa terfilter. Ketika anda kencing, masih ada dan mengandung gula.
5. Meningkatkan kerusakan organ hati
Zat karbohidrat yang ada dalam tubuh yang berlebih akan di pecah menjadi zat lain. Misalnya anda kekurangan nutrisi lemak. Maka karbohidrat tersebut juga akan di pecah menjadi lemak. Nah pemrosesan lemak ini akan di transfer ke organ hati sebagai pembantu sistem pencernaan metabolisme. Anda masih bisa tersenyum lega jika hati menjadi tempat menumpuknya sel lemak yang baik. Namun, jika ternyata yang menumpuk di hati anda adalah lemak jahat, siapa yang tahu?

6. Melebarkan volume perut
Orang yang terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat, maka volume atau lingkar perut akan menjadi lebih lebar. Anda bisa melihat dari kebanyakan orang yang mengalami obesitas, memiliki lingkar perut yang luar biasa bundar bukan?
7. Pemicu penyakit lain
Dengan keadaan karbohidrat yang terlalu banyak, maka tubuh bagian perut anda akan menjadi lebih lebar. Jika ukuran perut anda adalah setengah dari tinggi badan, hal ini akan mampu meningkatkan resiko bahaya obesitas menjadi sarang berbagai macam penyakit.
8. Resiko obesitas
Bahaya makan mie dengan nasi yang dikonsumsi dalam taraf yang berlebihan, tanpa anda mengimbangi dengan makanan yang mengandung protein dan vitamin lainya, mampu meningkatkan obesitas. Sebab karbohidrat mampu di pecah menjadi lemak. Nah dari sumber inilah yang menyebabkan anda beresiko memiliki berat badan lebih atau obesitas.
9. Kandungan mie instan yang tidak baik
Mie instan merupakan salah satu makanan yang tidak bergizi. Dalam istilah kedokteran lebih terkenal dengan istilah junk food atau makanan sampah.Bahaya junk food di dalam mie instan, tak ada kandungan protein dan vitamin, apalagi serat. Hanya ada lemak dan karbohidrat saja.

10. Resiko tekanan darah yang meninggi
Bahaya makan mie instan memang sangat tidak baik untuk tubuh. Terdapat zat sodium yang mampu meningkatkan tekanan darah dalam tubuh. Bahkan mampu meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler seperti jantung.
11. Resiko kanker yang meningkat
Kanker salah satu penyakit yang penyebabnya adalah ketidak teraturan pola hidup, salah satunya dengan terbiasanya tidak mengatur pola makan. Memakan mie instan salah satu peningkatan resiko penyakit kanker. Oleh sebab itu, jika anda ingin menghindarinya, sebaiknya kurangi konsumsi mie. Paling tidak dua kali dalam satu minggu.
12. Mengganggu sistem pencernaan
Beberapa orang yang terlalu banyak mengonsumsi mie instan akan menyebabkan gangguan sistem pencernaan. Biasanya ditandai dengan mulas dandiare. Sebab pencernaan mie sendiri membutuhkan waktu pemrosesan sekitar 2 hari. Oleh sebab itu sangat berbahaya jika anda mengonsumsi mie setiap hari secara terus menerus.
Saran Konsumsi Mie dan Nasi
Daripada anda mencampurkan mie dengan nasi untuk menciptakan rasa kenyang, akan lebih baik untuk mengolahnya lebih lanjut. Misalnya dengan mencampur bersama sayuran, potongan daging atau kornet, juga di tambah dengan telur ceplok. Selain sebagai penyeimbang kebutuhan nutrisi tubuh, juga kandungan jahat mie tidak akan terlalu merusak tubuh. Bahkan bila perlu, tidak menggunakan bumbu dari mie instan tersebut. Anda bisa menambahkan dengan bumbu yang anda racik sendiri. Selain lebih aman, kandungan rempah rempah dan bumbu dapur memang lebih bergizi dari pada penyedap dan bahan kimia yang banyak mengandung zat aditif pada makanan.